"Silahkan mengutip sebagian atau seluruh tulisan di blog ini dengan SYARAT mencantumkan penaripena.blogspot.com"
Menulis Novel Best Seller itu tidak Sulit
undefined
undefined
Menulis novel Best Seller itu tidak sulit. Paling tidak itulah yang dirasakan oleh Kang Abik dan disampaikannya pada acara pelatihan menulis Novel. Dalam kunjungannya ke Mesir, Kang Abik berkenan menyempatkan diri membagi 'jurus' menulis novel Best Seller. Kegiatan ini dilaksanakan di Griya Jateng, Sabtu (09/02) hasil kerjasama FLP Mesir, SINAI, KSW dan MISYKATI.
Banyak karya beliau yang telah tersebar luas di Asia Tenggara, terutama di Indonesia dan Malaysia. Antara lain: Novel Ayat-ayat Cinta, Pudarnya Pesona Cleopatra dan Ketika Cinta Bertasbih. Jurus yang dikeluarkan Kang Abik dalam materinya kali ini adalah bagaimana Menulis Novel dengan “Enam Langkah, Tujuh Pertanyaan”.
Jurus-jurus ini tidak terbatas kepada penulisan novel saja, tapi juga mencakup buku buku non fiksi dan jenis tulisan lainnya. Saya sendiri belum mencoba seluruhnya. Semoga diantara pembaca ada yang bisa memanfaaatkannya dengan baik. Secara singkat, Enam Langkah dan Tujuh Pertanyaan tersebut adalah:
Langkah Pertama, Pencelupan. Artinya, Anda harus masuk mencelupkan diri ke dalam subjek Anda, hampir pada keseluruhan poin. Kang Abik menguti perkataan penulis legendaris, Mark Twain, yang itu menyatakan; dapatkanlah fakta-fakta Anda, dan kemudian Anda dapat mengubahnya sebanyak yang Anda inginkan.
Langkah kedua, Catat hal-hal penting dan yang terpenting dari data-data yang telah Anda dapat.
Langkah Ketiga, tinjau ulang dan berfikir. Ini adalah langkah balik. Anda meninjau ulang bahan-bahan dan catatan-catatan yang telah Anda pilih, dan juga yang tidak Anda pilih.
Langkah keempat, Buat Daftar Isi, Buat Alur Ceritanya. Pada tahap ini atur ‘kekacauan’ ide dan data Anda. Tulis alur cerita novel anda! Pada tahap ini susun jadwal kerja Anda dengan baik.
Lengkah kelima, Tinjauan Ulang dan Perbaikan. Setelah tulisan Anda selesai, Anda jangan langsung puas. Teliti kembali dan tulis ulang dengan perbaikan, revisi dan pengembangan. Bahkan jika perlu pemangkasan hal-hal yang dianggap mengganggu. Inilah saatnya Anda mengedit naskah Anda. Kang Abik mengingatkan bahwa pengeditan dan koreksi jangan dulu dilakukan sebelum naskah selesai ditulis.
Sementara tujuh pertanyaan yang penting untuk diajukan adalah:
Siapa, apa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana, dan ditambah dengan anehkah?.
Kang Abik menegaskan bahwa semua jurus ini tidak akan banyak berguna bila anda tidak mau mencoba. Sesi terakhir setelah dialog adalah latihan pembuatan judul novel dan alur cerita. Setiap peserta diminta untuk membuat judul dan alur sekitar 15 menit untuk kemudian diulas oleh Kang Abik. Kegiatan pelatihan menulis ini diakhiri dengan foto bersama dalam suasana yang penuh ceria.
Banyak karya beliau yang telah tersebar luas di Asia Tenggara, terutama di Indonesia dan Malaysia. Antara lain: Novel Ayat-ayat Cinta, Pudarnya Pesona Cleopatra dan Ketika Cinta Bertasbih. Jurus yang dikeluarkan Kang Abik dalam materinya kali ini adalah bagaimana Menulis Novel dengan “Enam Langkah, Tujuh Pertanyaan”.
Jurus-jurus ini tidak terbatas kepada penulisan novel saja, tapi juga mencakup buku buku non fiksi dan jenis tulisan lainnya. Saya sendiri belum mencoba seluruhnya. Semoga diantara pembaca ada yang bisa memanfaaatkannya dengan baik. Secara singkat, Enam Langkah dan Tujuh Pertanyaan tersebut adalah:
Langkah Pertama, Pencelupan. Artinya, Anda harus masuk mencelupkan diri ke dalam subjek Anda, hampir pada keseluruhan poin. Kang Abik menguti perkataan penulis legendaris, Mark Twain, yang itu menyatakan; dapatkanlah fakta-fakta Anda, dan kemudian Anda dapat mengubahnya sebanyak yang Anda inginkan.
Langkah kedua, Catat hal-hal penting dan yang terpenting dari data-data yang telah Anda dapat.
Langkah Ketiga, tinjau ulang dan berfikir. Ini adalah langkah balik. Anda meninjau ulang bahan-bahan dan catatan-catatan yang telah Anda pilih, dan juga yang tidak Anda pilih.
Langkah keempat, Buat Daftar Isi, Buat Alur Ceritanya. Pada tahap ini atur ‘kekacauan’ ide dan data Anda. Tulis alur cerita novel anda! Pada tahap ini susun jadwal kerja Anda dengan baik.
Lengkah kelima, Tinjauan Ulang dan Perbaikan. Setelah tulisan Anda selesai, Anda jangan langsung puas. Teliti kembali dan tulis ulang dengan perbaikan, revisi dan pengembangan. Bahkan jika perlu pemangkasan hal-hal yang dianggap mengganggu. Inilah saatnya Anda mengedit naskah Anda. Kang Abik mengingatkan bahwa pengeditan dan koreksi jangan dulu dilakukan sebelum naskah selesai ditulis.
Sementara tujuh pertanyaan yang penting untuk diajukan adalah:
Siapa, apa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana, dan ditambah dengan anehkah?.
Kang Abik menegaskan bahwa semua jurus ini tidak akan banyak berguna bila anda tidak mau mencoba. Sesi terakhir setelah dialog adalah latihan pembuatan judul novel dan alur cerita. Setiap peserta diminta untuk membuat judul dan alur sekitar 15 menit untuk kemudian diulas oleh Kang Abik. Kegiatan pelatihan menulis ini diakhiri dengan foto bersama dalam suasana yang penuh ceria.
08.35 | Labels: 3. Artikel, Pena Kun-Geia |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
- Menjadi seperti anak kecil
- Dahsyatnya Bershalawat
- Raja Diraja
- Melihat Rasulullah dalam Tidur
- Selamat Ulang Tahun, Wahai kasihku Rasulullah….
- 70 Malaikat perlu 1000 hari untuk menulis pahala amalan ini
- Diberikan kunci Surga dan diharamkan dari api neraka, mau?
- Ketaqwaan yang Aku Cari, Bukan Kata Kata Basi
- Kata Maestro Sastra Indonesia; Ini BENCANA Besar!
- Wahai Kekasihku
- Proses Kreatif Pembuatan THE LOST JAVA
- Lomba Renensi THE LOST JAVA
- The Lost Java - Kun Geia
- THE LOST JAVA - Testimoni Rini Selly
- THE LOST JAVA - testimoni Dila Saktika Negara
- 1. Puisi (89)
- 12 rabiul awal (1)
- 2. Cerpen (61)
- 3. Artikel (30)
- 4. Pena Laboratory (4)
- 5. Resensi (7)
- 6. Download (2)
- Dzikir (1)
- Fiksi (2)
- Indonesia Bershalawat (5)
- lomba (2)
- muaulid (1)
- Muhammad (1)
- Novel (2)
- Pena Chiaki (1)
- Pena Choop (4)
- Pena Depiyh (15)
- PENA Kahlil Gibran (3)
- Pena Kun Geia (1)
- Pena Kun-Geia (153)
- Pena Langit Senja (7)
- Pena Lies (5)
- Pena Mei (7)
- Pena Sashca (5)
- PENA Tere-Liye (4)
- Rasulullah (1)
- The Lost Java (1)
Arsip
- November 2020 (4)
- Oktober 2020 (1)
- Agustus 2019 (2)
- Februari 2015 (1)
- Mei 2013 (1)
- Agustus 2012 (1)
- Juli 2012 (2)
- Juni 2012 (1)
- April 2012 (2)
- Desember 2010 (1)
- Agustus 2010 (2)
- Juli 2010 (7)
- Juni 2010 (1)
- Mei 2010 (1)
- April 2010 (2)
- Maret 2010 (5)
- Februari 2010 (6)
- Januari 2010 (1)
- Oktober 2009 (3)
- September 2009 (6)
- Agustus 2009 (16)
- Juli 2009 (15)
- Juni 2009 (8)
- Mei 2009 (7)
- April 2009 (26)
- Maret 2009 (15)
- Februari 2009 (34)
- Januari 2009 (22)
- Desember 2008 (1)
- November 2008 (6)
- Oktober 2008 (19)
0 comments:
Posting Komentar