"Silahkan mengutip sebagian atau seluruh tulisan di blog ini dengan SYARAT mencantumkan penaripena.blogspot.com"
Tarianku....
Aku adalah pena
Ingin menari namun tak jarang langkahku terhenti
Mencari sela-sela gang kecil
Namun yang kutemukan selalu jalan buntu
Mencari...dan mencari...
Lihat! Setitik cahaya keluar dari lorong-lorong kegelapan
Menyinari jalan agar ku tetap melangkah
Ku mulai menari dengan pasti
Tapi…tiba-tiba kepercayaan diriku menghilang
Ketika tarianku tak mengindahkan mata-mata yang memandangku
Tarianku…ada apa dengan tarianku?
Apa aku terlalu egois
Hingga mata-mata itu tak sudi merelakan pandangannya
Ya…mungkin seperti itu, aku egois!
Aku menari tuk diriku sendiri
Tanpa rasa…tanpa hati…
Ku kan menata diri
agar tarianku mempesonakan semua mata yang memandangku
dan dunia pun tersenyum padaku…
10.51 | Labels: 1. Puisi, Pena Mei | 0 Comments
Bertahan di atas keraguan
Diiringi semilir angin penggugah bulu roma yg terlelap
Tanpa cahaya bintang
Dan sinar rembulan
Q gantungkan asa
Bersama mimpi-mimpi berselimutkan keraguan
Menghapuskn tiap titik cahaya
Yang menyinari rona-rona kegelapan
Wahai kau yang mengindahkanq
Q bertahan tuk menyambutmu...
09.54 | Labels: 1. Puisi, Pena Mei | 1 Comments
Tanpa Judul
Sedang dipentaskan oleh para pemain cinta
Sungguh sangat mengenaskan
Jika naskah itu dinodai oleh peran
yang tak seharusnya terjadi..
Dialog2 yang memesona jiwa,
dengan nada2 penuh rayu
dilantunkan tuk hati yang hampa
Melodi2 itu akan turut mengiringi,
sebagai irama2 cinta penuh dusta... Read More...
16.01 | Labels: 1. Puisi, Pena Mei | 0 Comments
hidayah-Mu...
Tak dapat berucap...
Dan...hanya bisa terdiam...
Inikah peringatan dari-Mu?
Langkahku tak lagi pasti..
Hanya dapat ber-asa
Cahaya itu cepat hadir
Agar dapat menguasai raga dan rohaniku
Ya Allah Yang Maha Indah,
Rengkuhlah diriku..
Kirimkanlah smua peringatan-Mu tukku,
Dan dekap aku dalam hidayah-Mu.. Read More...
08.09 | Labels: 1. Puisi, Pena Mei | 0 Comments
Terima Kasih Ibu..
Sejenak..
Memoriku melayang, kembali memutar waktu..
Ketika nyawa seorang ibu harus dipertaruhkan,
Dan nyawa suaminya pun terancam..
Sungguh sangat mengerikan..
Air langit pun ikut meramaikan suasana mencekam itu
Air langit memberontak bersama kilatan cahaya yang bersuara dahsyat..
Duarr...!!!
Tapi...
Ibu itu tetap dengan nafasnya yg mengerang hebat
Berusaha menyelamatkan seseorang yg slama ne diimpikannya..
Suara2 yg membahana hebat itu tak dpedulikannya
Hingga sbuah nyawa terlahir tanpa balutan benang2 yg menghangatkan tubuh mungilnya..
Saat ne,
Kupikirkan saat2 dmana aku harus menodai kepercayaan ibuku,
Aku ingat betapa pengorbanannya takkan terbalaskan oleh dunia dan seisinya..
Ibu..
Terima kasih..
By : memey
10.25 | Labels: 1. Puisi, Pena Mei | 0 Comments
penari pena..
Sejauh mata memandang,
Kutemukan secercah harapan
Yang selama ini menimang-nimangku..
Kini ku didekapnya
Kini ku dipeluknya
Erat..
Dan smoga takkan lagi beranjak
Tetaplah berkibar sayap-sayap penuh sukacita tu,
Membahana menghiasi alam raya
Dalam indahnya goresan-goresan para penaripena...
By ==> memey
09.46 | Labels: 1. Puisi, Pena Mei | 0 Comments
penantian yg tak pasti..
Raga ne tak sekuat dulu lagi
Lelah terus menjamahnya
hingga terkulai lemah tak berdaya...
Menangis pun tak berarti
tertawa juga tak guna lagi..
Hanya berharap smoga ada yang peduli
tapi bukan mengemis yang kan dicari...
Wahai sang penghibur hati
apa tak kaurasakan hati ne memanggilmu
menjerit ingin ditemani
agar tak lagi merasa sepi dan sendiri...
Walau berjuta kata yang dilantunkan
walau jeritan terus dielukan
tapi..
tak satu pun yang peduli..
dan akhirnya kuhanya berharap pada malam sepi agar menemaniku dalam menjalani penantian yang tak pasti..
18.57 | Labels: 1. Puisi, Pena Mei | 1 Comments
- 1. Puisi (89)
- 12 rabiul awal (1)
- 2. Cerpen (61)
- 3. Artikel (30)
- 4. Pena Laboratory (4)
- 5. Resensi (7)
- 6. Download (2)
- Dzikir (1)
- Fiksi (2)
- Indonesia Bershalawat (5)
- lomba (2)
- muaulid (1)
- Muhammad (1)
- Novel (2)
- Pena Chiaki (1)
- Pena Choop (4)
- Pena Depiyh (15)
- PENA Kahlil Gibran (3)
- Pena Kun Geia (1)
- Pena Kun-Geia (153)
- Pena Langit Senja (7)
- Pena Lies (5)
- Pena Mei (7)
- Pena Sashca (5)
- PENA Tere-Liye (4)
- Rasulullah (1)
- The Lost Java (1)
Arsip
- November 2020 (4)
- Oktober 2020 (1)
- Agustus 2019 (2)
- Februari 2015 (1)
- Mei 2013 (1)
- Agustus 2012 (1)
- Juli 2012 (2)
- Juni 2012 (1)
- April 2012 (2)
- Desember 2010 (1)
- Agustus 2010 (2)
- Juli 2010 (7)
- Juni 2010 (1)
- Mei 2010 (1)
- April 2010 (2)
- Maret 2010 (5)
- Februari 2010 (6)
- Januari 2010 (1)
- Oktober 2009 (3)
- September 2009 (6)
- Agustus 2009 (16)
- Juli 2009 (15)
- Juni 2009 (8)
- Mei 2009 (7)
- April 2009 (26)
- Maret 2009 (15)
- Februari 2009 (34)
- Januari 2009 (22)
- Desember 2008 (1)
- November 2008 (6)
- Oktober 2008 (19)