"Silahkan mengutip sebagian atau seluruh tulisan di blog ini dengan SYARAT mencantumkan penaripena.blogspot.com"

Tampilkan postingan dengan label Pena Lies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pena Lies. Tampilkan semua postingan

aku dan tulisan ku

Menulis karena suka menulis. Bagiku cukup dengan satu kata, ‘suka’, aku bisa menggerakkan jemariku menarikan sebuah pena mengikuti alunan nada – nada suara hati yang terurai menjadi berbait – bait kalimat. Aku suka menulis walau tulisanku tak seindah syair – syair pujangga yang begitu lihainya memainkan kata – kata. Anggaplah aku ini seorang penulis, dengan begitu mungkin karyaku bisa dinikmati umat pencinta goresan - goresan pena. Tapi aku memang penulis, karena walau masih tersembunyi dibalik kardus bekas dan bertumpuk – tumpuk buku tak terpakai, aku telah menghasilkan karya. Sebuah tulisan.
Menulis membuatku berkarya, merajut angan – angan menjadi sebuah coretan – coretan yang membangkitkan asa, mengekspresikan perasaan yang bergelora dalam hati, dan mengeluarkan bisikan – bisikan bising dalam otak ku. Ingin rasanya aku keluar dari kungkungan rasa malas yang membuatku lumpuh, hingga aku bisa kembali bergerak merangkai kata – demi kata dan menjadi kaya karenanya. Kaya akan karya yang kelak bisa aku ceritakan kepada anak cucuku. Berbagi segala rasa dalam jiwa, membuat orang ikut menangis kala aku berurai airmata menuliskan perasaan sedih yang mengharu biru, dan membuat mereka kembali tersenyum dengan sebuah tulisan akan perasaan bahagia. Tulisan telah memberiku materi, walau baru secuil dari yang seharusnya aku dapat jika aku mau berusaha lebih lagi. Ia juga memberiku banyak kenagan indah yang berarti, menghantarkan aku kepada sebuah harapan baru untuk mulai berlari meraih mimpi. Semua itu membuat menulis menjadi begitu penting buat ku.
Aku ingin mencipta cerita pendek, novel dan roman. Membagikan pengalaman – pengalaman yang tak terlupakan. Memberi dukungan kepada mereka yang gagal dan kecewa dengan cerita – cerita yang penuh semangat dan harapan. Membangkitkan kepercayaan diri mereka yang terlempar kedalam jurang kerapuhan iman. Semoga dengan menghasilkan tulisan kelak, aku bisa membawa kebaikan untuk diriku pribadi dan orang – orang yang membaca tulisanku.

Read More...

terluka dan terobati

benci, kecewa, marah dan terluka... mendengar sebuah kabar yang amat kunantikan tetapi tak ku inginkan. kabar itu datang bersama badai yang amat menghancurkan hatiku. haruskah aku terpuruk lagi untuk kesekian kalinya???? mengapa harus aku yang dia hancurkan????
dia datang dan pergi sesuka hatinya tanpa pedulikan perasaanku. mengertikah dia kalau aku terluka dengan semua yang dia lakukan padaku???? mengertikah dia betapa aku amat mengharapkan kehadiran nya didalam kesendirianku???
aku memang tak berhak memaksanya kembali kesisiku karena aku bukan siapa - siapa. dimatanya dan orang tuanya aku hanyalah seorang perempuan bodoh yang tak pantas berdampingan dengannya. memangnya siapa yang berhak menentukan pantas dan tak pantas? bukankah diamata Allah semua manusia sama derajatnya?
aku ingin kembali bersama dia, aku ingin menjadi pantas untuknya, aku ingin diterima oleh keluarganya, aku ingin...aku ingin... tapi itu dulu...
kini aku mengerti dan bisa menerima, karena seseorang telah membangunkan aku dari lamunan panjang tentang nya. aku mengerti kalau mencintai bukan berarti memiliki. mengerti kalau Allah pasti punya rencana indah untuk ku. yah, memang hanya Allah yang pasti mencintai umat-Nya tanpa pernah meninggalkannya.
kini aku dapat dengan tegas mengatakan 'selamat tinggal' pada bayangnya, dan aku ikhlaskan hatiku untk menunggu seseorang yang dikirimkan Allah untuk ku.
ya Allah... aku serahkan semua rencana hidup dan matiku pada kuasa-Mu...

Read More...

Mencoba Mengerti Arti Sendiri

Gelap masih kurasa,padahal sang mentari sudah diatas kepala.Dingin,sunyi dan senyap tak pernah sudi meninggalkanku.Sepi menjadi raja dihati dan pikiranku.Kenapa?

Merenung,mencoba mengerti arti kesepian diri.Menggali makna dalam kegelapan hati.Kembali mencari setetes air untuk jiwa yg haus akan kepercayaan diri.

Setelah lelah ku selami hati yg paling dalam,kini aku mengerti.Hanya kebodohan yg kudapati dari arti kesepian ini.Mengapa ku selalu merasa sendiri,padahal ada TUHAN yg tak pernah pergi.ALLAH yg selalu ada,bahkan sampai dunia musnahpun.

Tuhanku,Allahurobbi..
Ampuni aku yg selalu merasa sendiri..

Read More...

Ayahku

Dia mengumandangkan azan ditelingaku ketika pertama kali aku menghembuskan nafasku didunia..
Dia mengenalkan aku keberadaan Tuhan..
Dia memeras keringatnya demi menghidupiku..
Dia menuntunku menjalani kehidupan..
Memberikan arti perjuangan..
Mengajarkan kerja keras..
Menanamkan rasa pasrah akan takdir Tuhan yang sudah pasti terjadi..
Dia..
Mendidikku dengan segenap hati..
Memberikan ilmu yang tak pernah diajarkan disekolah manapun didunia ini..
Mencintaiku,menyayangiku..
Menjadikanku manusia yang punya arti..

Read More...

Kayaknya Sih Curhat

Penari Pena: Liestya
kenapa sih yang namanya ujian tu susah?
nggak itu ujian sekolah, ujian hidup, bahkan ujian cinta...
semua susah...
haaaaaa,,,,...

eh, ada lagi ujian yang susah...
ujian persahabatan juga susah...

entah kenapa...
setiap persahabatan yang aku jalani terasa amat menyakitkan, dari ditinggalkan, dihianati, dicampakkan, bahkan dicintai oleh sahabat. aku pernah punya sahabat yang amat aku sayangi, aku percaya padanya dan mungkin ia jg percaya padaku. kenapa aku bilang mungkin karena memang aku tak pernah tau apa di percaya padaku atau tidak. persahabatan yang manis sampai suatu hari dia menghianatiku. tapi aku tak pernah benci dengan penghianatannya. aku tetap menyayanginya dan menganggap dia sahabat walaupun dia telah begitu tega menghianati kepercayaanku...

aku cuma pingin bilang sama dia...
aku tetap sahabatnya walaup apapun yang terjadi...

Read More...